Halaman

Jumat, April 09, 2010

Black and white


Talent : Ragil
Location : Kp Tanah sewa RT 05/03 No. 1, Ciparigi
Comment : Iseng2 belajar strobish, manfaatkan teman yg fotogenik! hahahahha...

Woman



Talent : Hilda Aprianti dan Toya Laraza
Location : @ BNR

Minggu, Maret 21, 2010

SPEAK UP!!!


21 Maret 2010 – Minggu
Hunting foto bersama kelompok fotografi Obscura. Di sini pun saya belajar, belajar, dan belajar dari mulai yang berhubungan dengan kemampuan otak dan skill, juga memahami karakter org. Tampaknya penerus Obscura berikutnya tetap perempuan yang mendominasi. Hahah… tetapi saya salut dengan mereka yang bersemangat dan menghormati kami sebagai seniornya. Tetapi, saya jadi meragukan diri saya sendiri sebagai ketua kelompok ini. Saya merasa, saya ga cocok ditunjuk sebagai pemimpin. Mana ada siy pemimpin yang ga bisa ngomong di depan orang banyak kayak saya ini. Saya memang ga suka hal2 yang berbau komunikasi dengan banyak orang. Saya lebih suka berkomunikasi dengan sedikit orang. Dan saya benci ketika saya merasa tegang dan grogi dihadapan orang banyak. Padahal saya ini pemimpin kelompok ini. Saya rasa mereka memilih saya bukan karena faktor yang sesuai dengan kriteria.
Saya ga suka berbicara, saya lebih suka melimpahkan ide/unek2 lewat sebuah tulisan. Karena dengan lewat tulisan, saya dapat berpikir lebih dalam daripada harus menyatakan pendapat langsung/ speak up! Mungkin kalo di nilai sebagai pemimpin gw jauh di bawah rata2. Hahahahah… Bukan maksud menjelekkan diri sendiri, tetapi memang kelemahan saya ini adalah speak up di depan banyak org, saya masih malu kalo ngomong di depan banyak org. Tetapi, saya mencoba belajar mengatasi masalah ini. Teman2 pun sudah mencerca, maki, ngedumel, dan mengumpat kepada saya. Saya tau itu, karena saya ini termasuk org yang peka dan sensitif terhadap hal seperti itu.
Selesai hunting, saatny makan dan istirahat! Hahay… hari ini gw janjian dengan teman SMA dulu, si Yosi namanya yg kadang gw panggil “Yosinaga”. Hehe… Cuma di tambahin naganya ajah siy! Karena kemaren ga jadi ketemu, maka hari inilah jadi ketemu. Sudah lama tak bersua dengan ini anak. Hahaha. Gw minta ajarin program design yang baru saya tahu. Makasiii ya… sob.. udah ngasih ilmu pengetahuan baru buat gw, walau gw masih bingung dengan cara penggunaan program tersebut. Hahah. Tenkyu juga tadi udah sedikit bantuan tugas periklanan gw. Heheh… tapi, gw juga udah bikin siy tapi berantakan. Untuk ratu, makasi ya udah nemenin sebentar di MCD buat nungguin teman lama gw datang. Hee..
Baru kali ini lagi, gw ketemuan dengan teman SMA (cowo). Mungkin, anak2 pada heran. Karena baru ngeliat gw cabut or ketemuan dengan cowo. Biasanya kan gw ga pernah berhubungan dengan cowo, biasanya dengan perempuan saja. Di Mcd sempat bertemu dengan beberapa kawan kampus. Mungkin mereka mengira saya ini sedang bertemu dengan seorang pria. Hahaha. Padahal itu mah Cuma teman gw waktu SMA ajah. Hal ini membuktikan kalo gw perempuan, abisnya mereka kadang menganggap saya laki, gara2 Cuma ga pernah deket ama cowo. Padahal kan gw mah normal, gw buktiin sama org yg paling doyan ngecengin gw. Hahahah… Btw, udah lama juga ya gw ga ada yg nanyain kabar gw ato naksir sama gw!? Hahahahah… udah lama juga gw sendiri. Hahahha.. pantesan anak2 doyan ngecengin gw. Tapi, tunggu ajah tanggal mainnya… yang bikin kalian terkejut-kejut kagum dan menyesal telah mencela saya! Hahahahaha… ;D

Memanusiakan, Manusia!!


19 Maret 2010 – Jum’at
Hari ini sungguh focus untuk mengerjakan tugas buat deadline hari selasa. Selepas mengerjakan tugas, saya beristirahat sejenak. Dan ga lama kemudian teman2 datang kerumah selepas isya. Teman2 yang bisa dibilang cukup dekat karena kami berada dalam satu kelompok, mereka ini cukup menemani hari2 yang sepi karena kalo di rumah saya sendirian. Sejak beberapa minggu lalu, mereka rutin maen k rumah untuk menyelesaikan beberapa urusan yang berkaitan dengan kelompok. Bisa dibilang sejak setahun lalu saya bergabung dalam klub fotografi Obscura (kampus D3 IPB), rumah saya ini menjadi markas buat anak2 berkumpul.
Setahun lalu ada ijal, zaky, sendy, sofy, dan ugie yang sering ngumpul di rumah saya. Karena wkt itu kita sedang mengerjakan proyek besar utk membawa nama baik kelompok. Seiring berjalan waktu zaky dan ijal pun jadi jarang datang ke rumah dan digantikan dengan teman2 baru. Tetapi yang tetap rutin ngumpul ya cuma ugie, sendy dan sofy. Selain mereka mungkin ada tambahan teman lainnya yang baru bergabung seperti adam, kebot, firman, dan faiz. Oia, bertambah satu personil perempuan lagi yaitu ratu.
Dengan berbagai macam karakter mereka yang menghiasi kehidupan saya. Saya pun belajar memahami karakter mereka, saling berbagilah, dan mencoba memahami sifat/watak meraka semua. Jadi, di waktu libur tiba merekalah yang kadang suka menghiasi hari libur saya. Hahahahahah. Saya merasa mereka sudah seperti keluarga sendiri. Namun, kadang sikap kami berbeda ketika berada di kampus dan ketika berada di rumah. Kalau sudah di rumah seolah serasa erat hubungan pertemanan kita, tetapi ketika di kampus seperti teman biasa saja. Yah, mungkin mengikuti alur, situasi, dan tempat yang ada.
Saya jadi belajar tentang keanekaragaman karakter manusia. Benar seperti yang dalam AL-QUR’AN bahwa ALLAH mencipatakan manusia dengan berbagai macam kemampuan/skill yang berbeda. Masing-masing orang punya kekuatannya sendiri. Tidak ada yang sama. Itulah yang membuat unik sebuah kehidupan di dunia. Kita harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan manusia lain, tidak bisa kita memaksakan manusia sesuai kehendak kita. Dengan karakteristik, kemampuan manusia yang berbeda kita harus bisa saling melengkapi, menghargai dan memahami manusia lain. Seperti istilahnya “Memanusiakan, manusia!”.

Senin, Maret 15, 2010

Tak Tau Apa yang Harus ku lakukan???


Memasuki semester 4.. tak terasa gw kuliah 1 taun lagi. Perjuangan yang masihhhh sangaattt panjang!!! Oia, gw ALHAMDULILAH banget... IP naikk... terima kasih ya ALLAH. Seenggaknya aku membuktikan pada diri sendiri, orang tua, dan teman2 sekeliling saya bahwa dengan sejuta aktivitas tak menghalangi saya untuk tetap konsen di perkuliahan. SEMANGAT!!
Masih banyak tantangan yang harus gw hadapi!! Oia, tapi di semester ini benar2 kerasa sendirinya. Tak ad teman yg dekat banget dan pengertian seperti semenjak semester 3. Aku pun tak banyak bicara jika di kelas, karena masih waspada dengan lingkungan sekitar. Waspada terhadap teman yg comel, suka adu domba, dan memanfaatkan teman pada saat tertentu. Keep calm only! hee...
Belum banyak cerita menarik yang ingin diceritakan. tidak seperti semester lalu (3) begitu banyak cerita menarik yang patut dimuntahkan. hahaha... dan tetap sendiri, tidak ada yang menarik perhatian seperti dahulu. huhuhu... ;( kecengan ga ada, pacar ga punya, sahabat ga sekelas, cerita konyol dan seru juga belum ada. Yang ada hanya kedataran. hahaha...
Udahlah jalani saja... tetep semangat!!! Jangan buang2 waktu yang tidak berguna man!! =)

Sabtu, Februari 27, 2010

Tak selamanya harga menentukan kualitas!?


19 Februari 2010 – Jum’at
Pakaian, Buku, Bekas, dan Kualitas
Kebiasaan saya sekarang adalah membeli barang2 bekas dengan kualitas yang tidak kalah bagus dengan barang baru. Itulah yang saya rasakan. Dapet yang murah meriah, tapi memuaskan. Hahay… kebiasaan ini akibat rasa penasaran dengan kata teman2 di kampus, kalo di pasar senen banyak baju bagus tapi murah2 loh! Lalu, dari artikel di sebuah majalah. Lalu, ketertarikan saya dengan band2 yang gaya pakaiannya unik2 sesuai dengan lirik lagu yang didendangkan. Hahah… Yup, ex: Naif, WSTCC, dll… mereka selalu bergaya yang unik disesuaikan dengan jenis aliran musiknya juga. Ternyata eh ternyata mereka memborong pakaian nan unik itu di pasar senen. Hahah..
Selain pakaian yang saya incer barang bekas, saya pun tertarik dengan buku2 bekas yang dijual murah, tetapi kualitas isi tak kalah dengan buku baru. Entah, para pedagang tersebut mendapatkan barang dari mana. Tetapi, dengar dari orang2 katanya para pedagang tersebut dapat barang dari toko2 eksport yang dagangan tak terjual, dan dijual ke pedagang tersebut dengan harga murah. Tetapi tetap saja saya suka sekali berbelanja barang bekas, walau kata Ibuku “ Memangnya ga ad lagi baju di Mall yang masih baru dan bagus?!”. Memang, membeli barang bekas ada beberapa risiko seperti: banyak kuman, atau baju tersebut bekas orang yang punya penyakit atau apalah. Tapi, tetap saja saya suka. Tentunya sebelum saya pakai, pakaian tersebut saya rebus selama beberapa jam lalu di cuci dengan tangan menggunakan sabun dan pewangi dan tentunya diremdam untuk beberapa waktu yang cukup.
Untuk masalah buku2 bekas yang sempat disinggung di paragarf ke dua di awal kalimat. Seringkali saya berkunjung ke toko2 kecil yang berjualan buku2 bekas, seperti di stasiun bogor, atau stasiun Depok UI. Sekarang ini harus bisa mempertimbangkan, memperhitungkan dana masa depan di masa yang semakin rumit ini. Saya pun sering menemukan buku2 bagus, terbitan jaman sebelum saya mengerti tentang dunia/peradaban. Hahah.. Sebelum saya gemar membaca buku, akibat pengaruh kakak saya. Entah, mengapa saya suka menemukan buku2 yang bagus, hanya dari sekali pandangan pertama melihat. Dan saya sering kali men-gudge isi buku itu bagus dan memang terbukti setelah saya memasuki isi dari buku tersebut.
Buku dan pakaian memiliki fungsinya masing2. Buku menambah pengetahuan dan inspirasi berbagai hal yang ada di dunia. Memberi kesegaran bagi otak yang sudah mulai mual. Dengan buku kita bisa menemukan hal baru dan member inspirasi bagi perjalanan hidup kita. Buku juga tidak akan lekang dan basi oleh waktu. Sedangkan baju selain berfungsi untuk pelindung tubuh manusia, tetapi juga untuk bergaya coy! Hahahah… Sering kali kita ingin tampil beda dengan memakai pakaian yang nyentrik juga unik. Apalagi untuk saya yang selalu ingin terlihat berbeda dari yang lain. Hahahah… Memang, kita tak harus selamanya mengelarkan duit banyak untuk sesuatu yang berkualitas. Karena di sisi lain ada sesuatu yang murah dan berkualitas untuk pikiran, jiwa, dan raga.
Murah bukan berarti kualitas Nol, tetapi juga murah pun bisa berkualitas seratus. Seperti halnya jangan pernah memandang seseorang hanya sebelah mata. Tak selamanya juga yang mahal itu berkualitas. Seperti ibarat manusia yang tampak secara fisik bagus, belum tentu dalamnya bagus seperti fisiknya yang terlihat langsung oleh telanjang mata. Maka dari itu pesan terakhir, pilihlah sesuatu secara mendalam, jangan dari terlihat depannya saja. Pilih sesuatu sesuai kata hati yang paling dalam, jangan pernah ragu untuk memutuskan sesuatu, dan pikirkan pula baik-buruknya.

Paling Nekat!!


18 Februari 2010 - Kamis
Saatnya Bolang!!
Rencana menelusuri tempat yang belum saya singgahi pun terlakasana. Hihi… Walapun saya orang yang lahir di Bogor dan selama 19 tahun saya hidup di Bogor. Masiih.. banyak tempat yang belum saya jelajahi, ternyata banyak tempat bagus untuk dijelajahi di Bogor. Banyak tempat yang masuh perawan yang belum di perkosa para manusia2. Hahahha. Akhirnya salah satu teman saya Indah bisa menemani saya nge-bolang ala jejak petualang. Hahaha. Cuma bermodalkan motor Kharisma yang selalu menemani saya kemanapun saya pergi dan berbekal jas hujan, payung, jaket, dan ransel berisi kamera, lensa, dompet, dan makanan kecil.
Rasanya mata ini malas sekali untuk bangun pagi, seperti biasa saya hanya sanggup bangun jam 6 pagi. Hoaaaahhhhmmmm… Langsung saya mengambil air wudlu dan bersegera mandi pagi, siap-siap berangkat menuju daerah Leuwiliang. Daerah kabupaten Bogor yang masih segar dan alami. Saya nyamper dulu ke rumah Indah, lalu kita pun berangkat menuju Leuwiliang lewat start Kampus Dramaga selanjutnya kita melewati Kampung Cinangneng, Kawasan wisata Salak Endah, Goa Gudawang, Prasasti Ciaruteun, Curug Cigamea. Sampai akhirnya kita pun masuk menuju arah Gn. Pongkor, perjalanan yang jauuuuuuuhhhhhhhh sekali, rasanya ingin ada yang memboncengi. Hihihihi… (Ngarep banget!).
Sepanjang perjalanan lumayan sepi, sedikit kendaraan, namun suasana cukup sejuk seperti di Puncak. Bedanya di daerah ini lebih alami, polusi masih sedikit, dan cukup sepi. Perjalanan seperti mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah sepanjang pinggir jalan, dan sawah terhampar indah bagaikan permadani. Subhanallah… Sepanjang jalan pun masih menemui tanah seperti longsor, seperti dikeruk, lalu ada peternakan. Bener2 desa banget! Akhirnya sampai di daerah yang namanya Gn Pongkor, di sini adalah tepat penambangan emas yang dibangun pada jaman Pak Soeharto. Namun, dikelola oleh PT. ANTAM yang membuat kita yang tadinya ingin masuk tetapi kudu pake prosedur bla..bla..yang bikin riweuh! Mengecewakan!.
Kita pun kembali ke arah balik, dan siap menuju daerah yang disebut Desa Malasari. Kata Pembina saya Kang Jef, desa ini seperti suasana di jepang, mirip2 dengan puncak suasananya namun masih perawan. Nekat nian saya ini ke sana, sampai sebelum melanjutkan perjalanan kita makan baso dan tampaknya tukang baso terkejut dua wanita mau ke Malasari sampai tukang baso bilang “ Kalo mau ke sana mesti bawa temen laki, jalannya curam siy, tapi hati2 ajah neng!”. Ternyata perkataannya benar, tak sanggup saya dengan cuaca yang mendung dan berkabut. Jalan yang meliuk2 seperti ular mengharuskan saya membunyikan bel motor, takutnya ada kendaraan lain yang berlawanan arah datang. Kita piker jalanan akan mulus teraspal ternyata kita menemui jalan tanjakan yang aspalnya sudah rusak, dan bila tidak hati-hati akan jatuh. Saya pn hampir saja motor turu kembali karena tidak kuat. Medan yang cukup sulit dilalui oleh 2 wanita nekat,daripada kemalaman kita memutuskan untuk turun kembali. Saat berada di antara hutan pinus, cuaca mendung, kabut tipis pun mulai turun perlahan menutupi penglihatan, kita pun cepat2 mengenakan jas ujan agar aman.
Keputusan ini pun kita ambil agar tidak pulang terlalu larut, berhubung bensin mulai habis. Kembali melewati turunan yang berbatu, akhirnya kita menuntun motor sampai di jalan yang teraspal rata. Sepanjang jalan orang2 lewat begitu saja, tanpa ada yang bertanya, ternyata masyarakat desanya cukup cuek. Sebelumnya kita mengabadikan foto dulu untuk dijadikan dokumentasi visual. Hehehe.. Bener2 suasana diantara pohon pinus cukup mencekam. Hoho.. Akhirnya kita pun sampai di daratan manusia yang penuh dengan hiruk pikuk dan polusi. Hahahha…